Sidoarjo Lintas Jatim.site Pencarian balita yang dilaporkan tenggelam di aliran sungai wilayah Tanggulangin akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kelima operasi, Minggu (12/4) sekitar pukul 10.05 WIB, korban berinisial Gibran (2) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 13 kilometer dari titik awal kejadian.
Penemuan jasad korban sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian intensif yang melibatkan tim SAR gabungan, terdiri dari BPBD Kabupaten Sidoarjo, Basarnas Surabaya, kepolisian, TNI, relawan, hingga masyarakat setempat.
Sejak hari pertama, pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai secara bertahap, termasuk titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah lima hari pencarian tanpa henti.
Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan pada hari kelima, sekitar 13 kilometer dari lokasi awal. Terima kasih kepada seluruh tim SAR, Basarnas, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja keras tanpa lelah,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan bukti sinergi lintas instansi serta kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, Kapolsek Tanggulangin, Anggono Jaya, mengatakan keberhasilan pencarian tidak lepas dari kerja sama semua unsur yang terlibat.
“Usaha tidak mengkhianati hasil. Alhamdulillah, hari ini pukul 10.05 WIB jenazah korban berhasil ditemukan berkat kerja sama semua pihak,” ungkapnya.
Pihak kepolisian menyampaikan, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses visum. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian serta mengantisipasi kemungkinan adanya unsur lain.
“Hasil visum akan menentukan apakah terdapat unsur pidana atau tidak,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Kalidawir, Maksun SP, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berjuang selama proses pencarian berlangsung.
“Atas nama pemerintah desa dan keluarga korban, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dengan penuh dedikasi,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di sekitar aliran sungai yang berpotensi berbahaya, terlebih saat kondisi arus tidak menentu.
Meski berakhir duka, keberhasilan tim SAR gabungan dalam menemukan korban memberikan kepastian bagi keluarga serta menjadi bukti kuatnya solidaritas dalam misi kemanusiaan.(Dody)