Bojonegoro, – Suasana haru menyelimuti pembacaan Yasin dan tahlil bersama yang digelar SH Terate SubBakalan Rayon Kepoh, Ranting Kepohbaru, Cabang Bojonegoro.
Kegiatan ini digelar untuk mendoakan almarhum Mas Parto/P. Rama, salah satu anggota SH Terate, yang wafat pada Senin (30/3/2026) dini hari.
Acara berlangsung khusyuk sebagai penghormatan terakhir sekaligus bentuk dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Mas Lukman Hakim, sesepuh SH Terate Rayon Kepoh, tradisi pembacaan Yasin dan tahlil bersama telah menjadi bagian penting dari keluarga besar SH Terate Sub Rayon Bakalan.
“Setiap ada anggota, atau anggota keluarga dari anggota yang masih satu rumah, yang meninggal, kami berkumpul untuk mendoakan.
Insya Allah kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari,” ujarnya.
Lukman menekankan, pembacaan Yasin dan tahlil tidak sekadar ritual doa, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa persaudaraan antaranggota.
“Lewat doa bersama, anggota belajar merasakan kehilangan, saling menguatkan, dan diingatkan bahwa kehidupan tidak abadi. Cepat atau lambat, kita semua akan menghadapi hal yang sama,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kekompakan anggota SH Terate Bakalan. Kehadiran para anggota yang antusias menunjukkan perhatian dan solidaritas tinggi terhadap sesama anggota.
Sementara itu, Mas Nurwahyudi, sesepuh lainnya, berharap kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi nilai positif di antara seluruh anggota. Ia menambahkan,
“Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Lebih lanjut ia juga mengajak seluruh anggota untuk menyempatkan waktu hadir dalam kegiatan tahlil ini, sebagai bentuk dukungan dan penghormatan bagi almarhum.”ungkapnya
Rencananya, tahlil bersama ini akan berlangsung hingga hari ketujuh sebagai bentuk penghormatan dan doa berkelanjutan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa SH Terate tidak hanya mengedepankan latihan bela diri dan disiplin, tetapi juga menanamkan nilai persaudaraan serta kepedulian sosial di antara anggotanya.
Tradisi tahlil bukan hanya penghormatan bagi yang telah tiada, tetapi juga pembelajaran bagi seluruh anggota bahwa persaudaraan sejati terbangun melalui perhatian, doa, dan kebersamaan dalam setiap momen kehidupan.*(Red)