BOJONEGORO – Sebuah rumah milik pasangan suami istri (Pasutri) Purnomo dan Ngatiatul Kholafiyah di Dusun Kalipang RT 04 dan RT 05, Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dibongkar pada Senin (6/7/2026). Peristiwa tersebut menarik perhatian warga sekitar.

Pembongkaran dilakukan atas permintaan Ngatiatul Kholafiyah yang saat ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong. Selama bekerja di luar negeri, ia diketahui mengirimkan uang untuk pembangunan rumah tersebut.
Sejumlah warga menyebut rumah itu dibangun dari hasil kerja Ngatiatul selama bertahun-tahun di perantauan.

“Rumah itu dibangun dari hasil kerja dan kiriman uang dari luar negeri,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan keterangan warga, pembongkaran diduga dipicu oleh persoalan rumah tangga, yakni dugaan perselingkuhan yang melibatkan pihak suami. Setelah mengetahui hal tersebut, Ngatiatul menunjuk kuasa hukum untuk melakukan koordinasi dengan pihak keluarga guna penyelesaian masalah.

Kuasa hukum Ngatiatul Kholafiyah, Dedi Lukman Hakim, SH, mengatakan pembongkaran dilakukan berdasarkan kesepakatan seluruh pihak.

Ia menyebut terdapat surat pernyataan kesediaan pembongkaran yang ditandatangani Ngadirun, selaku pemilik tanah sekaligus orang tua Purnomo, serta disaksikan perangkat desa dan pihak keluarga.

“Surat pernyataan ditandatangani oleh Bapak Ngadirun dan disaksikan unsur perangkat desa serta keluarga,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan, Purnomo dan Ngatiatul telah berpisah tempat tinggal selama kurang lebih enam tahun, meski secara hukum masih berstatus suami istri. Selama periode tersebut, Ngatiatul bekerja di Hong Kong.

Ia menambahkan, perselisihan memuncak setelah muncul dugaan adanya pihak ketiga di rumah tersebut. Upaya mediasi telah dilakukan dengan menawarkan opsi pengalihan bangunan disertai kompensasi, namun tidak tercapai kesepakatan.

“Karena tidak ada kesepakatan, akhirnya disepakati pembongkaran bangunan,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh proses telah ditempuh melalui musyawarah keluarga dan disaksikan perangkat desa setempat.

Hingga proses pembongkaran berlangsung, kegiatan tersebut dikawal personel Polsek Kedungadem bersama anggota TNI. Warga sekitar turut menyaksikan jalannya pembongkaran menggunakan alat berat.

Proses pembongkaran berjalan tertib tanpa gangguan keamanan. Situasi di lokasi dilaporkan tetap kondusif hingga kegiatan selesai.(*)